Langsung ke konten utama

Tata Tulis dan Aturan dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah





Tata tulis secara Umum

Tatatulis baku berhubungan dengan sistematika penulisan karya ilmiah. Biasanya, masing-masing lembaga mempunyai peraturan tata tulis yang berbeda. Akan tetapi, pada dasarnya peraturan tersebut mempunyai patokan yang sama.

Tata tulis ini diperlukan karena :

(1) dapat memperlancar komunikasi hasil penelitian,
(2) memudahkan penilaian atau pertanggungjawabannya, dan mempercepat penyebarluasan tanpa membutuhkan penyusunan kembali.

Teknik Pengetikan

Pengetikan karya ilmiah perlu mengikuti aturan-aturan berikut ini.
1) Jarak antara baris satu dengan baris yang lainnya pada isi bab adalah dua spasi. Jarak pengetikan dua spasi ini berlaku pula untuk jarak penulisan pada daftar isi.
2) Batas tepi kiri, tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah masing-masing sesuai yang kurang lebih 4 cm, 4cm, 3cm, dan 3 cm.
3) Pengetikan paragraf baru dimulai dengan awal kalimat yang menjorok atau masuk ke dalam dengan lima pukulan ketik dari tepi kiri atau lima huruf (1tab) bila dengan komputer.
4) Penulisan judul atau bab menggunakan huruf kapital semua, tanpa garis bawah dan tanpa titik. Nomor bab mempergunakan angka romawi. Setiap awal kata dari judul sub-bab harus ditulis dengan huruf kapital, kecuali mempergunakan kata sambung.
5) Cara penomoran pada karya tulis dapat mempergunakan salah satu dari kedua cara berikut ini.

Cara pertama : I., A., a., 1), a), (1), (a)
Cara kedua : 1., 1.1, 1.1.1, dst.

Dalam suatu skripsi, tesis, disertasi atau laporan ilmiah lain cara penomoran ini harus digunakan secara konsisten, jadi tidak boleh dicampur adukkan.

Sampul

Sampul karya ilmiah dapat berisi :
(1) judul (dicetak dengan huruf kapital semua dan tidak boleh menggunakan singkatan ; jika ada sub judul, maka yang ditulis dengan huruf besar hanya huruf awal dari setiap kata),
(2) maksud dalam penulisan karya ilmiah,
(3) logo dari perguruan tinggi,
(4) nama penulis karya ilmiah,
(5) nomor induk penulis,
(6) nama dari jurusan/fakultas/program pascasarjana dan perguruan tinggi, dan
(7) tahun dari penulisan rumusan maksud penulisan makalah ditulis :

Makalah diajukan untuk melengkapi Tugas pada Kuliah bersangkutan

Cara Menulis Kutipan dan Sumber Kutipan

Beberapa aturan yang perlu diketahui dalam penulisan kutipan dan sumber kutipan.

1) Singkatan ibid., loc.cit., op. cit. hendaknya tidak digunakan dalam tulisan ilmiah

2) Kutipan ditulis dengan menggunakan dua tanda petik (―…‖)
jika kutipan ini merupakan kutipan pertama atau dikutip langsung dari penulisnya. Jika kutipan itu diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan
satu tanda petik (‗…‗).

3) Jika bagian yang dikutip terdiri atas tiga baris atau kurang, kutipan ditulis dengan menggunakan tanda petik (sesuai dengan ketentuan pertama) dan penulisannya digabung ke dalam paragraf yang ditulis oleh pengutip dan ditik dengan jarak dua spasi. Contoh: Salah satu dimensi kehidupan afektif emosional ialah kemampuan memberi dan menerima cinta, bukan cinta dalam arti yang penuh romantik atau memberikan perlindungan yang berlebihan, melainkan cinta dalam arti‖…a relationship that nourishes us we give, and enrichesus we spend, and permits ego and alter ego to grow in mutual harmony‖(Cole,1993:832).

4) Apabila kutipan langsung merupakan seperangkat kalimat, tempat kanlah kutipan itu di antara tanda petik dua di bawah baris terakhir kalimat yang mendahuluinya, menjorok lima ketukan ke dalam teks dari margin kiri, berjarak rapat (½ spasi).............................……(baris akhir tulisan kita) ― Dalam hal yang lebih penting lagi, yang menyatakan betul sifat nasional pendidikan di negara kita ialah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di semua sekolah-sekolah.Bahasa ialah alat berpikir dan alat menyatakan buah pikiran itu,tetapi selain dari semua itu, ialah alat yang terpenting untuk menebalkan rasa nasional suatu bangsa. Walaupun prinsip bahwa bahasa pengantar di sekolah- sekolah ialah bahasa Indonesia, diberi
kompromi pada dasar psikologi, dengan demikian, bahwa di tiga kelas yang terendah dari sekolah-sekolah rendah bahasa pengantar ialah bahasa daerah.‖
(nama,th:hlm.) (awal tulisan kita berikutnya)…………

5) Jika bagian dari yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik.
Contoh penulisan tampak pada butir ketiga (3) di atas.6). Baca Juga

Penulisan sumber kutipan ada beberapa kemungkinan seperti berikut.

a) Jika sumber kutipan mendahului kutipan, cara penulisannya adalah nama penulis yang diikuti dengan tahun penerbitan, dan nomor halaman yang dikutip yang keduanya diletakkan di dalam kurung.
Contoh :
… (akhir tulisan kita). Oka (1976:53) mengatakan bahwa―Masyarakat Indonesia yang akan datang sangat memerlukan tenaga kerja untuk pembangunan yang terampil menggunakan bhasa Indonesia untuk surat-menyurat, pidato, dan karang-mengarang.‖(awal tulisan kita berikutnya)….

b) Jika sumber dari kutipan ditulis setelah kutipan, maka nama penulis, tahun penerbitan, dan nomor halaman yang dikutip semuanya diletakkan didalam kurung.
Contoh:
… (akhir tulisan kita). ―The personality pattern is inwardly determined by and closely associated with maturation of the physical and mental characteristic which constitute the individual‗s Hereditary endowment‖ (Hurlock, 1979:19). (awal tulisan kita berikutnya)….

c) Jika sumber dari kutipan merujuk sumber lain atas bagian yang dikutip, maka sumber kutipan yang ditulis tetap sumber kutipan yang digunakan pengutip, tetapi dengan menyebut
siapa yang mengemukakan pendapat tersebut
.
d) Berupa makalah:
Kartadinata, S. 1989. ―Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia: Kajian Psikologis ―. Makalah pada konvensi tujuh IPBI, Denpasar..

e) Berupa surat kabar
Sanusi, A. 1986. ―Menyimak Mutu Pendidikan Dengan Konsep Taqwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep Belajar dalam Arti Kualitaitf . Pikiran rakyat (8 September 1986).

f. Kalau Sumbernya dari Internet.
a) Bila karya perorangan
Cara penulisannya ialah:
Pengarang/penyunting. (Tahun). Judul (edisi), (jenis medium). Tersedia: alamat di Internet. [tanggal diakses] 
Contoh:
Thomson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. (Online).
Tersedia :
http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PESYearbook/1998/thompson.html [30 Maret 2000].

b) Bila bagian dari karya kolektif
Cara penulisannya :
Pengarang/penyunting. (Tahun). Dalam sumber (edisi), [jenismedia]. Penerbit. Tersedia: alamat di Internet. [tanggal diakses]Contoh:Daniel, R.T. (1995). The History of
Western Music. In BritanicaOnline: Macropedia [online].
Tersedia :
http://www.eb.com : 180/cgibin/g:docF=Macro/5004/45/0.html [28 Maret 2000].

c) Bila artikel dalam jurnal
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [Jenis Media], Volume (terbitan), halaman. Tersedia: alamat di Internet.
[tanggal diakses] Contoh : Supriadi, D. (1999). Restructuring The Schoolbook Provision System in indonesia: Some Recent Initiatives. Dalam Educational Policy Analysis Archives
[online]. Vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia :
http://epaa.asu.edu/epaa/v7n7.html [17 Maret 2000].

d) Bila artikel dalam majalah.
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [JenisMedia], Volume, jumlah halaman. Tersedia: alamat diInternet. [tanggal diakses]
Contoh:Goodstein, C. (1991, September). Healers from the deep.American Health [CD
ROOM], 60-64. Tersedia: 1994SIRS/SIRS 1992 Life Science/Article 08A [13 Juni 1995].

e) Bila artikel di surat kabar
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar[Jenis Media], jumlah halaman. Tersedia: alamat di Internet.[tanggal diakses] Contoh:Cipto, B. (2000, 27 April).
Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat [online], halaman 8. Tersedia :
http://www.pikiran-rakyat.com [9 Maret 2000].

f) Bila pesan dari e-mail
Cara penulisannya:
Pengirim (alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan.). Judul Pesan. E-mail kepada penerima. [alamat e-mail penerima]. Contoh:Musthafa, Bachrudin
(musthafa@indo.net.id). (2000, 25 April). Bab V Laporan Penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (supriadi@indo.net.id).

g) Rangkuman
Dalam membuat laporan penelitian harus mengikuti ketentuantatatulis yang berlaku secara umum atau ketentuan dari lembaga tempattulisan dibuat. Aturan tatatulis dibuat agar
tulisan lebih sistematis, membantupenulis dalam mengarahkan laporannya, dan membantu pembaca untuk lebihmudah dalam memahami tulisan tersebut.Yang perlu diperhatikan dalam
membuat laporan adalah bagan tulisan, aturanumum mengenai isi, dan aturan tatatulis yang berlaku. Aturan ini tidak untuk dihafalkan, cukup diterapkan dengan konsisten karena
jika mahasiswa sudahterbiasa membuat laporan ilmiah maka dengan sendirinya akan hafal dengan aturan-aturan penulisan laporan ilmiah.

Komentar

TERPOPULER

Cara Mengatasi Pengujian Tidak Valid dan Tidak Reliabel

Masalah yang sering dihadapi para pejuang skripsi ialah jika data tidak valid atau tidak reliabel, wah rasanya pasti dunia seperti mau kiamat.  Pikiran yang datang pertama kali ialah apakah harus mengulang menyebar kuesioner lagi? Apakah harus menambah jumlah sampel?






Tenang
Sebelum memutuskan untuk mengulang kuesioner atau menambah sampel alangkah baiknya coba dulu cara ini. Yaitu dengan Mentranformasi data
Apa itu transformasi data?
Transformasi data ialah mengubah data ke dalam bentuk data yang lain Seperti membuat data dalam bentuk log, inverse (kebalikan) dll
Berikut adalah langkah-langkah dalam transformasi data :


1. Klik transform lalu pilih compute variable Maka akan muncul kotak dialog sbb :


2. Pada target variabel di kiri atas tuliskan nama variabel yang akan di buat
3. Pada function group pilih bentuk transformasi yang di pilih, bentuk transform ada banyak, bisa log, bisa ln dll Kali ini saya akan mencontohkan transformasi ln
4. Klik pada Ln
5. Maka akan muncul LN (?) pada …

Cara Melakukan Uji Normalitas dengan SPSS

Setelah sebelumnya melakukan pengujian Validitas dan Reabilitas, maka proses selanjutnya ialah melakukan pengujian asumsi klasik. Dalam pengujian asumsi klasik umumnya ada 4 yaitu : Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas




Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang pengujian Normalitas dan cara mengujinya dengan SPSS.

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak.

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Normalitas Kolgomorov Smirnov ialah :

Jika nilai Sig. Atau signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data penelitian berdistribusi normalJika nilai Sig. Atau signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal Oke bila sudah mengerti selanjutnya kita bahas bagaimana langkah-langkah dalam melakukan uji Normalitas Kolgomorov-Smirnov dengan SPSS :
Persiapkan data yang akan di uji.Pada menu SPSS pilih Analysze, lalu pilih NonParametric Tests lalu…

Cara Melakukan Uji Multikolinearitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Multikolinearitas.

Menurut Ghozali (2011: 105-106) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya Tolerance Value dan Variance Inflation Faktor (VIF), yaitu jika Tolerance Value ≥ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≤ 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.
Terdapat beberapa metode dalam melakukan uji Multikolinearitas, namun pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai cara melakukan uji Multikolinearitas dengan menggunakan nilai VIF dan Tolerance Value.
Pengujian dengan SPSS
Untuk pengujian Multikolinearitas sebenarnya langkah-langkahnya hampir sama dengan uji Autokorelasi.
1. Siap…

Cara Melakukan Uji F Simultan Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis.

Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda.

Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu :


Uji fUji t Uji f digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan.

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji f dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian.



3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear.
4. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.



5. Masukkan variabel yang akan di uji den…

Cara Melakukan Uji Autokorelasi dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Autokorelasi.

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2011: 110). Pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW test).

Dalam melakukan Uji Autokorelasi dapat menggunakan beberapa teknik. Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan bagaimana melakukan uji Autokorelasi dengan teknik DW test ( Durbin-Watson ).

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji Autokorelasi dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap se…

Cara Melakukan Uji Heterokedastisitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Heterokedastisitas.

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan uji heteroskedastisitas, yaitu uji grafik plot, uji park, uji glejser, dan uji white. Pengujian pada penelitian ini menggunakan Grafik Plot antara nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Tidak terjadi heteroskedastisitas apabila tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. (Ghozali, 2011: 139-143).
Pengujian dengan SPSS Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengam…

Cara Melakukan Uji t Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis.

Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda.

Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu :


Uji fUji t Uji t digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individu atau masing-masing variabel.

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji t dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian.



3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear.
4. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.



5. Masukkan v…

Cara Melakukan Uji Validitas dengan SPSS

Validitas adalah tingkat ketepatan / keabsahan tes dan dapat mengukur apa yang hendak – diukur. Ini berarti validitas ada hubungannya dengan apa yang akan diukur itu sendiri. Sekiranya peneliti menggunakan kuesioner didalam pengukuran data dan penelitian, maka kuesioner yang disusun harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Validitas ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang signifikan antara skor butir pernyataan dan skor totalnya, atau dengan mencari daya pembeda skor tiap butir dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah (Sugiyono, 2009).






  Korelasi antar skor butir pertanyaan dengan skor totalnya harus signifikan yang ditunjukkan ukuran statistik tertentu yaitu angka korelasi yang diperoleh harus lebih besar dari yang diisyaratkan.
Uji validitas adalah salah satu syarat dalam melakukan penelitian uji regresi. 
Bagaimanakah cara menguji validitas dengan SPSS? Berikut langkah-langkahnya :

1. Siapkan data yang akan di uji validitas nya 2. Klik analyse lalu p…

Cara Melakukan Uji Reabilitas dengan SPSS

Alat ukur dikatakan memiliki reabilitas yang tinggi apabila alat ukur tersebut memiliki tingkat kepercayaan, kehandalan ataupun keajengan yang tinggi. Reabilitas yang tinggi dari alat ukur ini dapat dilihat apabila alat ukur tersebut beberapa kali diujicobakan, tetapi hasilnya relatif sama atau ajeg.
    Untuk mengetahui tingkat reabilitas dari angket dalam penelitian digunakan rumus Alpha, karena skor dalam angket ini berbentuk skala 1,2 dan bukan skor 0 dan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2003) bahwa, “Rumus Alpha digunakan untuk mencari realibilitas instrumen yang skornya bukan 0 dan 1, misalnya angket atau soal uraian.
Setelah melakukan pengujian validitas maka selanjutnya ialah melakukan uji reabilitas.
Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pengujian reabilitas :







1. Klik analyze, lalu klik scale, pilih reability analysis,  maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut :

2. Masukkan semua item ke kotak kanan Dalam kasus ini masukkan komp 1-6 tanpa kompensa…

Lelah Dengan Kuliah? Ingat Hal Ini Untuk Motivasimu!

Apakah kamu sudah jenuh dengan pendidikanmu? Tugas, pratikum, laporan datang bertubi-tubi silih berganti.
Oke, kamu tidak sendirian!
Setiap mahasiswa pasti pernah merasakannya, kejenuhan akan kuliah tentu dapat melanda semua mahasiswa. Mungkin kamu sekarang sedang merasa Dosen memberi tugas yang terlalu berat.
Janganlah kamu lantas menyerah dan berputus asa, yang kamu butuhkan sekarang ialah motivasi. Yang mungkin bisa memotivasi kalian untuk dapat bangkit dari keterpurukan dalam menjalani kehidupan.
Ingat Kembali Tujuan Awalmu

Tentu saja kamu kuliah pastilah memiliki sebuah tujuan bukan?
Entah itu berhubungan dengan cita-cita yang ingin kamu raih, atau ingin membanggakan orang tua atau mungkin hanya sekedar ingin memiliki Ijazah.
Apapun itu, ingatlah kembali tujuan awalmu kuliah. Mungkin saat ini kamu sedang malas karena beban tugas yang terus menumpuk. Namun apakah ada orang yang sukses dengan malas-malasan?
Semua butuh kerja keras dan salah satu hal yang bisa kamu lakukan ialah ingat kembal…