Langsung ke konten utama

Petunjuk Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah





Petunjuk Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah


Judul

Judul harus memberikan gambaran tentang isi tulisan yang disajikan. Oleh karena itu, judul harus mencakup masalah pokok serta hal-hal penting yang ingin ditonjolkan. Meskipun demikian, judul harus tetap dirumuskan dengan singkat dan jelas. Apabila judul terlalu panjang, dapat dibagi dua: bagian pertama menunjuk pada pokok persoalan dan bagian kedua berupa anak judul yang menerangkan pokok persoalan. Kata-kata inti harus dipilih, sehingga keseluruhan isi terwakili.

Halaman judul

Pada halaman ini dituliskan judul penelitian dengan lengkap, sehingga pembaca dapat mengetahui garis besar isi laporannya. Di bawah judul dapat dicantumkan : sifat dan jenis laporan, nama penyusun, nama lembaga,kota dan tahun penyusunan laporan.

Kata Pengantar

Kata pengantar berisi gambaran umum pelaksanaan tugas dan hasil yang dicapai. Pada kata pengantar diuraikan dengan singkat alasan dan tujuan penyusunan laporan penelitian, ucapan terimakasih kepada pembimbing dan pihak yang telah membantu pelaksanaan penelitian (dapat dimasuk kandalam bagian ucapan terima kasih terpisah dari kata pengantar) tempat,tanggal, bulan, tahun penyusunan laporan.

Daftar isi

Halaman ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi pokok laporan. Oleh karena itu, pada daftar isi dicantumkan dengan jelas urutan bab dan sub bab serta
seluruh lampiran yang ada dengan nomor halaman masing-masing dimulai dari kata pengantar sampai dengan lampiran-lampiran.

Daftar Lampiran

Apabila dalam laporan diperlukan lampiran tabel, gambar, dan keterangan lain yang menunjang isi laporan, semua lampiran tersebut harus dicantumkan dalam daftar lampiran. Dalam hal ini nomor lampiran dan halamannya harus dicantumkan dengan teratur dan jelas.

Halaman abstrak

Abstrak merupakan miniatur tulisan secara keseluruhan. Halaman ini berisi tujuan, metode, data, dan simpulan dari penelitian secara ringkas dan padat, diketik dengan spasi rapat (single) maksimal tiga halaman. Pada makalah halaman abstrak ini tidak diperlukan.

Latar belakang antara lain berisi deskripsi tentang hal-hal

berikut :
1) Fenomena/informasi yang berhubungan dengan penelitian.
2) Ulasan tentang manfaat penelitian.
3) Hasil telaah pustaka yang relevan dengan penelitian.
4) Kedudukan penelitian dikaitkan dengan ilmu pengetahuan atau disiplin yang lain di dalam jenis/ kelompoknya maupun kelompok lain.

Masalah

Rumusan masalah harus jelas, disarankan dalam bentuk kalimat tanya/bentuk pertanyaan.

Tujuan penelitian meliputi antara lain hal-hal di bawah ini :

1) usaha pokok yang akan dilakukan
2) Tujuan (umum dan khusus; tujuan ilmiah dan praktis) yang ingin dicapai.
3) Ungkapan tentang rencana hasil yang akan diperoleh.
4) Cara mencapai tujuan penelitian.

Ruang lingkup penelitian (batasan masalah)

1) Penjelasan istilah, terutama yang terdapat pada judul dan juga terhadap istilah-istilah teknis dalam penelitian.
2) Pembatasan masalah (baik luasnya maupun dalamnya ilmu serta wilayah penelitian).
3) Penentuan ―tempat berpijak‖/ sudut pandang meninjau masalah.
4) Penjelasan singkat tentang penjabaran masalah dan cara pemecahannya.

Anggapan dasar, hipotesis, teori, dan dalil :

1) Anggapan dasar harus tepat (biasanya berisi kebenaran umum yang tidak perlu dibuktikan lagi) yang berkaitan dengan rencana penelitian yang bersangkutan.
2) Anggapan dasar harus sesuai dengan lapangan ilmu yang diteliti.
3) Hipotesis supaya disusun dalam bentuk pernyataan positif dan dapat berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap masalah penelitian.
4) Hipotesis harus jelas dan sekaligus menggambarkan arah penelitian.
5) Hipotesis dijabarkan dari anggapan dasar.
6) Untuk memecahkan masalah kadang-kadang diperlukan teori dan bagaimana langkah pokok dalam rangka penggunaannya.
7) Alasan menggunakan teori atau pendekatan.
8) Urgensi penggunaan dalil dalam penelitian dan apakah semuanya dalil baru ataukah campuran dengan yang lama dari hasil penelitian orang lain.
9) Kesejalanan antara anggapan dasar, hipotesis, teori, dalil, dengan tujuan penelitian
10) Cara pembuktian hipotesis dikaitkan dengan desain penelitian (pembuktian statistik atau bukan).

Cakupan sumber data :

1) Kriteria penentuan dan jumlah sumber data atau data yang tepat bagi kebutuhan penelitian.
2) Populasi dan sampel penelitian.
3) Kriteria mutu data yang diolah.
4) Keserasian data dengan tujuan penelitian serta cakupannya. Baca Juga

Cakupan pengumpulan data :

1) Metode dan teknik yang tepat yang digunakan.
2) Alasan penggunaannya.
3) Kriteria dan alat pengumpul data (instrumen) yang tepat, sahih dan terpercaya.
4) Kemungkinan adanya pengaruh variabel lain sehingga mempengaruhi mutu data dan penafsirannya.
5) Variabel yang dibutuhkan, diolah/ dianalisis.

Cakupan pengolahan data

1) Cara menginventarisasi data.
2) Cara mengorganisasi dan menyeleksi data.
3) Cara mengkode/ menabulasi data
4) Penggunaan teknik pengolahan dan analisis data (bagi penelitian yang bersifat kuantitatif dapat menggunakan teknik statistik).
5) Tahap-tahap penelaahan dan analisis data (jadwal, deskripsi, analisis,dan penafsiran data).
6) Konsistensi penerapan teori
7) Ketepatan analisis dan penafsiran data.
8) Ketepatan pembuktian hipotesis (jika ada).
9) Ketepatan menarik simpulan, saran, atau pun rekomendasi.

Bab Penutup

Bagian ini berisi simpulan dari tiap satuan dan keseluruhan analisis. Simpulan ini bukanlah rangkuman atau ikhtisar. Selain kesimpulan, dapat juga dimasukkan saran. Saran diberikan kepada pembaca pada umumnya, pihak-pihak terkait yang berkepentingan dengan topik penelitian ataupeneliti berikutnya untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Salah kaprah
apabila saran diberikan kepada diri penulis/peneliti sendiri.

Daftar Pustaka

Bagian ini berisi daftar semua pustaka yang dijadikan acuan, pegangan, atau landasan penelitian dan penyusunan laporan.Pustaka yang tidak relevan dengan penelitian tidak boleh tercantum dalam daftar ini.

Lampiran

Sebagai pelengkap, laporan harus menyertakan lampiran yang memuat tabel, peta, instrumen penelitian, transkripsi (rekaman dalam kaset),pegangan kerja, rancangan penelitian, riwayat hidup peneliti, dan lain-lain (yang tidak dimasukkan dalam teks) yang dianggap perlu.

Komentar

TERPOPULER

Cara Mengatasi Pengujian Tidak Valid dan Tidak Reliabel

Masalah yang sering dihadapi para pejuang skripsi ialah jika data tidak valid atau tidak reliabel, wah rasanya pasti dunia seperti mau kiamat.  Pikiran yang datang pertama kali ialah apakah harus mengulang menyebar kuesioner lagi? Apakah harus menambah jumlah sampel?






Tenang
Sebelum memutuskan untuk mengulang kuesioner atau menambah sampel alangkah baiknya coba dulu cara ini. Yaitu dengan Mentranformasi data
Apa itu transformasi data?
Transformasi data ialah mengubah data ke dalam bentuk data yang lain Seperti membuat data dalam bentuk log, inverse (kebalikan) dll
Berikut adalah langkah-langkah dalam transformasi data :


1. Klik transform lalu pilih compute variable Maka akan muncul kotak dialog sbb :


2. Pada target variabel di kiri atas tuliskan nama variabel yang akan di buat
3. Pada function group pilih bentuk transformasi yang di pilih, bentuk transform ada banyak, bisa log, bisa ln dll Kali ini saya akan mencontohkan transformasi ln
4. Klik pada Ln
5. Maka akan muncul LN (?) pada …

Cara Melakukan Uji F Simultan Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis.

Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda.

Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu :


Uji fUji t Uji f digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan.

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji f dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian.



3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear.
4. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.



5. Masukkan variabel yang akan di uji den…

Cara Melakukan Uji Normalitas dengan SPSS

Setelah sebelumnya melakukan pengujian Validitas dan Reabilitas, maka proses selanjutnya ialah melakukan pengujian asumsi klasik. Dalam pengujian asumsi klasik umumnya ada 4 yaitu : Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas




Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang pengujian Normalitas dan cara mengujinya dengan SPSS.

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak.

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Normalitas Kolgomorov Smirnov ialah :

Jika nilai Sig. Atau signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data penelitian berdistribusi normalJika nilai Sig. Atau signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal Oke bila sudah mengerti selanjutnya kita bahas bagaimana langkah-langkah dalam melakukan uji Normalitas Kolgomorov-Smirnov dengan SPSS :
Persiapkan data yang akan di uji.Pada menu SPSS pilih Analysze, lalu pilih NonParametric Tests lalu…

Cara Melakukan Uji Multikolinearitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Multikolinearitas.

Menurut Ghozali (2011: 105-106) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya Tolerance Value dan Variance Inflation Faktor (VIF), yaitu jika Tolerance Value ≥ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≤ 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.
Terdapat beberapa metode dalam melakukan uji Multikolinearitas, namun pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai cara melakukan uji Multikolinearitas dengan menggunakan nilai VIF dan Tolerance Value.
Pengujian dengan SPSS
Untuk pengujian Multikolinearitas sebenarnya langkah-langkahnya hampir sama dengan uji Autokorelasi.
1. Siap…

Cara Melakukan Uji Autokorelasi dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Autokorelasi.

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2011: 110). Pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW test).

Dalam melakukan Uji Autokorelasi dapat menggunakan beberapa teknik. Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan bagaimana melakukan uji Autokorelasi dengan teknik DW test ( Durbin-Watson ).

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji Autokorelasi dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap se…

Cara Melakukan Uji Heterokedastisitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Heterokedastisitas.

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan uji heteroskedastisitas, yaitu uji grafik plot, uji park, uji glejser, dan uji white. Pengujian pada penelitian ini menggunakan Grafik Plot antara nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Tidak terjadi heteroskedastisitas apabila tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. (Ghozali, 2011: 139-143).
Pengujian dengan SPSS Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengam…

Cara Melakukan Uji t Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis.

Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda.

Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu :


Uji fUji t Uji t digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individu atau masing-masing variabel.

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji t dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian.



3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear.
4. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.



5. Masukkan v…

Cara Melakukan Uji Validitas dengan SPSS

Validitas adalah tingkat ketepatan / keabsahan tes dan dapat mengukur apa yang hendak – diukur. Ini berarti validitas ada hubungannya dengan apa yang akan diukur itu sendiri. Sekiranya peneliti menggunakan kuesioner didalam pengukuran data dan penelitian, maka kuesioner yang disusun harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Validitas ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang signifikan antara skor butir pernyataan dan skor totalnya, atau dengan mencari daya pembeda skor tiap butir dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah (Sugiyono, 2009).






  Korelasi antar skor butir pertanyaan dengan skor totalnya harus signifikan yang ditunjukkan ukuran statistik tertentu yaitu angka korelasi yang diperoleh harus lebih besar dari yang diisyaratkan.
Uji validitas adalah salah satu syarat dalam melakukan penelitian uji regresi. 
Bagaimanakah cara menguji validitas dengan SPSS? Berikut langkah-langkahnya :

1. Siapkan data yang akan di uji validitas nya 2. Klik analyse lalu p…

Cara Melakukan Uji Reabilitas dengan SPSS

Alat ukur dikatakan memiliki reabilitas yang tinggi apabila alat ukur tersebut memiliki tingkat kepercayaan, kehandalan ataupun keajengan yang tinggi. Reabilitas yang tinggi dari alat ukur ini dapat dilihat apabila alat ukur tersebut beberapa kali diujicobakan, tetapi hasilnya relatif sama atau ajeg.
    Untuk mengetahui tingkat reabilitas dari angket dalam penelitian digunakan rumus Alpha, karena skor dalam angket ini berbentuk skala 1,2 dan bukan skor 0 dan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2003) bahwa, “Rumus Alpha digunakan untuk mencari realibilitas instrumen yang skornya bukan 0 dan 1, misalnya angket atau soal uraian.
Setelah melakukan pengujian validitas maka selanjutnya ialah melakukan uji reabilitas.
Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pengujian reabilitas :







1. Klik analyze, lalu klik scale, pilih reability analysis,  maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut :

2. Masukkan semua item ke kotak kanan Dalam kasus ini masukkan komp 1-6 tanpa kompensa…

Lelah Dengan Kuliah? Ingat Hal Ini Untuk Motivasimu!

Apakah kamu sudah jenuh dengan pendidikanmu? Tugas, pratikum, laporan datang bertubi-tubi silih berganti.
Oke, kamu tidak sendirian!
Setiap mahasiswa pasti pernah merasakannya, kejenuhan akan kuliah tentu dapat melanda semua mahasiswa. Mungkin kamu sekarang sedang merasa Dosen memberi tugas yang terlalu berat.
Janganlah kamu lantas menyerah dan berputus asa, yang kamu butuhkan sekarang ialah motivasi. Yang mungkin bisa memotivasi kalian untuk dapat bangkit dari keterpurukan dalam menjalani kehidupan.
Ingat Kembali Tujuan Awalmu

Tentu saja kamu kuliah pastilah memiliki sebuah tujuan bukan?
Entah itu berhubungan dengan cita-cita yang ingin kamu raih, atau ingin membanggakan orang tua atau mungkin hanya sekedar ingin memiliki Ijazah.
Apapun itu, ingatlah kembali tujuan awalmu kuliah. Mungkin saat ini kamu sedang malas karena beban tugas yang terus menumpuk. Namun apakah ada orang yang sukses dengan malas-malasan?
Semua butuh kerja keras dan salah satu hal yang bisa kamu lakukan ialah ingat kembal…