Langsung ke konten utama

Mengenal Microsoft Word dan Bagian-bagiannya


Dalam era teknologi sekarang ini penggunaan teknologi menjadi sangat penting. Bukan hanya para pekerja kantoran. Tugas-tugas anak sekolah pun semua sudah terintegrasi dengan teknologi.

Hal ini tentu saja membuat kita harus semakin melek teknologi.

Pada kesempatan kali ini kami akan mengupas tentang Microsoft Word.

Microsoft Word merupakan sebuah software atau aplikasi berbasis windows yang dikembangkan oleh Microsoft.

Microsoft Word sendiri sangat berguna untuk membuat karya tulis, seperti Makalah, Laporan, Jurnal maupun karya tulis lainnya.

Lalu apa sajakah bagian dari Microsoft Word?
Berikut ulasannya
 

Tampilan Microsoft Word 2010

 

Pada kesempatan kali ini kami menggunakan Microsoft Word 2010 sebagai contoh. 

 

Toolbar Quick Access, yang secara default toolbar ini menyediakan tombol Save,Undo, dan Repeat.

 

Title bar, yang terletak paling atas pada jendela Microsoft Word. Title bar ini menampilkan nama dokumen yang sedang kita buka. Untuk dokumen yang belum disimpan atau diberi nama maka Microsoft Word akan menampilkan file tersebut dengan nama Document1, Document2, Document3 dan seterusnya.

Baca Juga

 

Ribbon, Berisi beberapa tab yang berisi beberapa group icon.

 

Scroll bars, Berfungsi untuk menggeser layar kerja. Jika ingin menggeser layar kerja ke kiri atau ke kanan gunakan horizontal scroll bar, atau menggeser layar kerja ke atas dan ke bawah gunakan vertical scroll bar.

Status bar, memberikan informasi tentang letak insertion point, halaman, section, jumlah halaman, dan bahasa yang digunakan.

 

View Button. Tombol ini berfungsi untuk merubah tampilan dokumen seperti print layout  fullscreen layout, web layout, out line dan draft.

 

Zoom. Digunakan untuk menentukan ukuran tampilan lembar kerja di layar pada jendela word.

 

Mulai Menggunakan Microsoft Word 2010

 
 

Sebelum mulai menggunakan Microsoft Word 2010 untuk mulai membuat dokumen,

pertama sekali perlu untuk mengetahui apa yang tersedia dalam Microsoft Word 2010 dan Ribbon Office Button.

 

Tab File dari Microsoft Word 2010

Tab File berisi Save, Save As, Open, Recent, New, Print, Save & Send, Help,

Options dan Exit. Di sisi kanan dapat dilihat informasi rinci tentang dokumen seperti ukuran, jumlah halaman, dan sebagainya.

 

b. Ribbon Pada Microsoft Word 2010

Ribbon pada Microsoft Word 2010 adalahtempat di mana isi toolbar ditempatkan.

Ribbon sangat berguna untuk memberikan akses cepat dan mudah ke toolbaryang paling sering digunakan di Microsoft Word 2010. Terdapattab ribbon File, Home, Insert, Page Layout, References, Mailings, ReviewdanView di Ribbon pada

Setiap tab memiliki beberapa kelompok untuk mengatur dan menyediakan lebih baik menggunakan fitur Microsoft Office 2010.

 

Tab Home memiliki kelompok Clipboard, Font, Paragraph, Styles and Editing.

 

Tab Insert memiliki kelompok Pages, Tables, Illustrations, Links, Header and Footer, Text, Symbols.

 

Tab Page Layout memiliki kelompok Themes, Page Setup, Page BackgroundParagraphdanArrange.

 

Tab References memiliki kelompok Table of Contents, Footnotes, Citations and Bibliography, Captions, IndexdanTable of Authorities.

 

Komentar

TERPOPULER

Cara Mengatasi Pengujian Tidak Valid dan Tidak Reliabel

Masalah yang sering dihadapi para pejuang skripsi ialah jika data tidak valid atau tidak reliabel, wah rasanya pasti dunia seperti mau kiamat.  Pikiran yang datang pertama kali ialah apakah harus mengulang menyebar kuesioner lagi? Apakah harus menambah jumlah sampel? Tenang Sebelum memutuskan untuk mengulang kuesioner atau menambah sampel alangkah baiknya coba dulu cara ini. Yaitu dengan Mentranformasi data Apa itu transformasi data? Transformasi data ialah mengubah data ke dalam bentuk data yang lain Seperti membuat data dalam bentuk log, inverse (kebalikan) dll Berikut adalah langkah-langkah dalam transformasi data : 1. Klik transform lalu pilih compute variable Maka akan muncul kotak dialog sbb : 2. Pada target variabel di kiri atas tuliskan nama variabel yang akan di buat 3. Pada function group pilih bentuk transformasi yang di pilih, bentuk transform ada banyak, bisa log, bisa ln dll Kali ini saya akan menc

Cara Melakukan Uji F Simultan Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis. Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda. Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu : Uji f Uji t Uji f digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan. Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji f dengan SPSS : 1. Persiapkan data yang diperlukan. 2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian. 3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear. 4. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Cara Melakukan Uji Multikolinearitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah : Uji Normalitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Multikolinearitas. Menurut Ghozali (2011: 105-106) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya Tolerance Value dan Variance Inflation Faktor (VIF), yaitu jika Tolerance Value ≥ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≤ 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas. Terdapat beberapa metode dalam melakukan uji Multikolinearitas, namun pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai cara melakukan uji Multikolinearitas dengan menggunakan nilai VIF dan Tolerance Value. Pengujian dengan SPSS Untuk pengujian Multikolinearitas sebenarnya langkah-langkahnya hampir sa

Cara Melakukan Uji Normalitas dengan SPSS

Setelah sebelumnya melakukan pengujian Validitas dan Reabilitas, maka proses selanjutnya ialah melakukan pengujian asumsi klasik. Dalam pengujian asumsi klasik umumnya ada 4 yaitu : Uji Normalitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang pengujian Normalitas dan cara mengujinya dengan SPSS. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Normalitas Kolgomorov Smirnov ialah : Jika nilai Sig. Atau signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal Jika nilai Sig. Atau signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal Oke bila sudah mengerti selanjutnya kita bahas bagaimana langkah-langkah dalam melakukan uji Normalitas Kolgomorov-Smirnov dengan SPSS : Persiapkan data yang akan di uji. Pada menu SPSS pilih

Cara Melakukan Uji Autokorelasi dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah : Uji Normalitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Autokorelasi. Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2011: 110). Pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW test). Dalam melakukan Uji Autokorelasi dapat menggunakan beberapa teknik. Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan bagaimana melakukan uji Autokorelasi dengan teknik DW test ( Durbin-Watson ). Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji Autokorelasi dengan SPSS : 1. Persiapkan data yang diperlukan. 2. Setelah data variabel

Cara Melakukan Uji Heterokedastisitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah : Uji Normalitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Heterokedastisitas. Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan uji heteroskedastisitas, yaitu uji grafik plot, uji park, uji glejser, dan uji white. Pengujian pada penelitian ini menggunakan Grafik Plot antara nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Tidak terjadi heteroskedastisitas apabila tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. (Ghozali, 2011: 139-143). Pengujian dengan SPSS Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance

Cara Melakukan Uji t Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis. Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda. Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu : Uji f Uji t Uji t digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individu atau masing-masing variabel. Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji t dengan SPSS : 1. Persiapkan data yang diperlukan. 2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian. 3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear. 4. Maka akan muncul ta

Cara Melakukan Uji Validitas dengan SPSS

  Validitas adalah tingkat ketepatan / keabsahan tes dan dapat mengukur apa yang hendak – diukur. Ini berarti validitas ada hubungannya dengan apa yang akan diukur itu sendiri. Sekiranya peneliti menggunakan kuesioner didalam pengukuran data dan penelitian, maka kuesioner yang disusun harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Validitas ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang signifikan antara skor butir pernyataan dan skor totalnya, atau dengan mencari daya pembeda skor tiap butir dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah (Sugiyono, 2009).   Korelasi antar skor butir pertanyaan dengan skor totalnya harus signifikan yang ditunjukkan ukuran statistik tertentu yaitu angka korelasi yang diperoleh harus lebih besar dari yang diisyaratkan. Uji validitas adalah salah satu syarat dalam melakukan penelitian uji regresi.  Bagaimanakah cara menguji validitas dengan SPSS? Berikut langkah-langkahnya : 1. Siapkan data yang akan di uji vali

Cara Melakukan Uji Reabilitas dengan SPSS

   Alat ukur dikatakan memiliki reabilitas yang tinggi apabila alat ukur tersebut memiliki tingkat kepercayaan, kehandalan ataupun keajengan yang tinggi. Reabilitas yang tinggi dari alat ukur ini dapat dilihat apabila alat ukur tersebut beberapa kali diujicobakan, tetapi hasilnya relatif sama atau ajeg.     Untuk mengetahui tingkat reabilitas dari angket dalam penelitian digunakan rumus Alpha, karena skor dalam angket ini berbentuk skala 1,2 dan bukan skor 0 dan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2003) bahwa, “Rumus Alpha digunakan untuk mencari realibilitas instrumen yang skornya bukan 0 dan 1, misalnya angket atau soal uraian. Setelah melakukan pengujian validitas maka selanjutnya ialah melakukan uji reabilitas. Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pengujian reabilitas : 1. Klik analyze, lalu klik scale, pilih reability analysis,  maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut : 2. Masukkan semua item ke kotak kanan Dalam kas

Cara Melakukan Uji Komparasi One Way Anova dengan SPSS

One Way Anova berfungsi untuk menguji perbedaan rata-rata untuk lebih dari dua kelompok yang saling bebas. Analisis One Way Anova merupakan analisis varian satu variabel independent yang digunakan untuk menentukan apakah rata-rata dua atau lebih kelompok berbeda secara nyata.   Misalnya kita akan menguji apakah ada perbedaan rata-rata nilai UN SMP mata pelajaran IPA siswa dari desa, pinggiran, dan kota? Manakah di antara ketiganya yang memiliki UN paling tinggi?     Pengujian One Way Anova merupakan salah satu bagian dari Uji Komparasi. Uji Komparasi terdiri dari : 1.     One Sample T Test 2.     Independent T Test 3.     Paired T Test, dan 4.     One Way Anova   Kita akan melakukan pengujian One Way Anova dengan data berikut: Ujilah apakah ada perbedaan antara lama kursus terhadap skore TOEFL? (Gunakan taraf signifikansi 5%).   Berikut cara melakukan pengujian One Way Anova: Pertama-tama masukkan data di atas ke dalam SPSS. Pada variable lama kursus atur