Langsung ke konten utama

Lelah Dengan Kuliah? Ingat Hal Ini Untuk Motivasimu!





Apakah kamu sudah jenuh dengan pendidikanmu?
Tugas, pratikum, laporan datang bertubi-tubi silih berganti.

Oke, kamu tidak sendirian!

Setiap mahasiswa pasti pernah merasakannya, kejenuhan akan kuliah tentu dapat melanda semua mahasiswa. Mungkin kamu sekarang sedang merasa Dosen memberi tugas yang terlalu berat.

Janganlah kamu lantas menyerah dan berputus asa, yang kamu butuhkan sekarang ialah motivasi. Yang mungkin bisa memotivasi kalian untuk dapat bangkit dari keterpurukan dalam menjalani kehidupan.

Ingat Kembali Tujuan Awalmu



Tentu saja kamu kuliah pastilah memiliki sebuah tujuan bukan?

Entah itu berhubungan dengan cita-cita yang ingin kamu raih, atau ingin membanggakan orang tua atau mungkin hanya sekedar ingin memiliki Ijazah.

Apapun itu, ingatlah kembali tujuan awalmu kuliah. Mungkin saat ini kamu sedang malas karena beban tugas yang terus menumpuk. Namun apakah ada orang yang sukses dengan malas-malasan?

Semua butuh kerja keras dan salah satu hal yang bisa kamu lakukan ialah ingat kembali tujuanmu.

Bersyukurlah



Sering kali mungkin kamu merasa lelah kesulitan dalam menjalani hidup ini. Semua itu pun diperparah oleh tugas-tugas yang terus menghantui.

Stop!

Lihatlah di sekitarmu, nyatanya banyak anak seusiamu yang tidak mampu kuliah sepertimu. Banyak anak yang tidak mampu mengenyam jenjang pendidikan sampai Perguruan Tinggi.

Kamu adalah orang yang beruntung!

Maka dari itu bersyukurlah, dengan bersyukur kamu akan lebih semangat lagi dalam menjalani kegiatanmu. Dan mampu menerima semua tugas yang ada dengan senang hati.

Ingat Orang Tua Di Rumah



Sejenak di sela-sela tugas kuliahmu yang begitu banyak ingatlah orang tua di rumah.

Tentu saja orang tua di rumah menaruh harapan yang besar kepadamu. Jika kamu melakukannya dengan maksimal, bukan hanya bermanfaat untuk dirimu sendiri tetapi juga kepada kedua orang tuamu.

Tentu saja mereka akan Bangga!

Bagaimana jika mereka tahu ternyata kamu malah malas-malasan? 
Ada banyak hal yang memang tidak ingin kamu lakukan namun itu sebenarnya baik bagimu, tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan.

Buat Reward untuk Dirimu Sendiri



Dalam ilmu Psikologi terdapat istilah Reward dan Punishment untuk membentuk perilaku seseorang sesuai yang di inginkan.

Hal ini banyak diterapkan di dunia kerja agar para karyawan mampu dan mau melaksanakan tugas dari perusahaan dengan baik. 

Tentu saja ini dapat kamu terapkan pada dirimu sendiri. Buatlah penghargaan atau hadiah kepada dirimu sendiri setelah kamu berhasil mengerjakan tugasmu.

Penghargaan tersebut dapat berupa makanan yang kamu suka, kegiatan yang kamu suka atau hal lain yang dapat menyenangkan dirimu.

Jangan Merasa Paling Menderita



Kebanyakan orang terpuruk dalam keadaan karena merasa dirinya paling menderita. Perkataan seperti "kamu tidak tahu apa yang aku rasakan" selalu menjadi senjata bagi mereka.

Tapi tahukah kamu?

Bukan hanya kamu saja yang punya masalah. Bukalah mata dan lihat di sekeliling, banyak yang lebih susah daripada dirimu. 

Tetaplah bersyukur dalam keadaan apapun, bawalah semua dalam senyuman.
Tiap tantangan akan terasa ringan jika bersyukur.

Jangan Menunda Pekerjaan


Terkadang mungkin dirimu malas mengerjakan tugas dan memilih untuk menunda-nunda pekerjaanmu. 

Tapi tahukah kamu?

Menunda pekerjaan justru akan memperkeruh keadaan. Dengan menunda pekerjaanmu maka tugas-tugasmu akan semakin menumpuk sehingga justru akan menyulitkan dirimu sendiri.

Sebisa mungkin kerjakanlah tugas sesegera mungkin, semakin cepat selesai maka semakin ringan pekerjaanmu.

Tidak setiap mahasiswa bisa cocok dengan materi, cara dosen membimbing, atau ritme kehidupan kampus. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk mangkir dari kewajiban sebagai mahasiswa.

Buat Dirimu Senyaman Mungkin



Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Temukan cara nyamanmu dalam belajar.

Apakah kamu suka keheningan?
Atau kamu suka sambil mendengarkan musik?

Buatlah dirimu nyaman, maka kamu akan lebih semangat dalam mengerjakannya.

Bagaimanapun juga, kamu akan mendapatkan ilmu yang berguna dan dapat kamu manfaatkan di kehidupanmu nantinya.

Tetap Semangat ya!



Berikut Beberapa Kata Motivasi Untuk Membangkitkan Semangat Anda


“Buka mata dan lihat sekitar. Apakah Anda bahagia dengan hidup Anda?” – Bob Marley.


“Anda tidak akan pernah bahagia jika Anda masih mencari apa komposisi kebahagiaan. Anda tidak akan pernah hidup jika Anda masih mencari arti hidup.” – Albert Camus.


“Orang yang kuat hatinya, bukan mereka yang tidak pernah menangis, Melainkan orang yang tetap tegar ketika banyak orang menyakitinya.”
“Tidak penting seberapa lambat Anda bergerak selama Anda tidak berhenti.” – Confucius


“Jadilah dirimu sendiri, ekspresikan dirimu sendiri, yakinlah pada dirimu sendiri, jangan pergi dan mencari kepribadian sukses dan menduplikasinya” – Bruce Lee


“Sukses bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika Anda mencintai pekerjaan Anda, Anda akan menjadi orang yang sukses.” – Albert Schweitzer


“Jangan menjadikan sukses sebagai tujuan, lakukan apa yang Anda cintai dan percayai akan sukses akan datang dengan sendirinya.” – David Frost


“Buatlah sesuatu yang hebat, orang akan mencoba menirunya.” – Albert Schweitzer


“Sebuah pengakuan harus menjadi bagian dari hidup baru Anda.” – Ludwig Wittgenstein


“Selalu ingat dalam pikiran bahwa resolusi Anda terhadap kesuksesan jauh lebih penting dari apapun.” – Abraham Lincoln


“Jangan pernah takut dengan perubahan. Kita mungkin akan kehilangan sesuatu yang baik, namun sebagai gantinya, sesuatu yang jauh lebih baik akan datang menjemput kita.”
“Mari kita buat masa depan kita sekarang dan mari buat mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan di esok hari.” – Malala Yousafzai
“Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi orang yang Anda inginkan.” – George Eliot.


“Yang ada butuhkan dalam hidup ini adalah ketidaktahuan dan kepercayaan, maka kesuksesan adalah hal yang pasti.” – Mark Twain


“Seseorang memerlukan kesulitannya karena mereka adalah kebutuhan untuk menikmati kesuksesan.” – P. J. Abdul Kalam.


“Mampu mengatasi sesuatu yang buruk, memungkinkan memperoleh sesuatu yang baik.” – Donald Trump


“Sebagian besar yang Anda inginkan adalah di luar zona kenyamanan Anda.” – Jack Canfield.


Komentar

TERPOPULER

Cara Mengatasi Pengujian Tidak Valid dan Tidak Reliabel

Masalah yang sering dihadapi para pejuang skripsi ialah jika data tidak valid atau tidak reliabel, wah rasanya pasti dunia seperti mau kiamat.  Pikiran yang datang pertama kali ialah apakah harus mengulang menyebar kuesioner lagi? Apakah harus menambah jumlah sampel?






Tenang
Sebelum memutuskan untuk mengulang kuesioner atau menambah sampel alangkah baiknya coba dulu cara ini. Yaitu dengan Mentranformasi data
Apa itu transformasi data?
Transformasi data ialah mengubah data ke dalam bentuk data yang lain Seperti membuat data dalam bentuk log, inverse (kebalikan) dll
Berikut adalah langkah-langkah dalam transformasi data :


1. Klik transform lalu pilih compute variable Maka akan muncul kotak dialog sbb :


2. Pada target variabel di kiri atas tuliskan nama variabel yang akan di buat
3. Pada function group pilih bentuk transformasi yang di pilih, bentuk transform ada banyak, bisa log, bisa ln dll Kali ini saya akan mencontohkan transformasi ln
4. Klik pada Ln
5. Maka akan muncul LN (?) pada …

Cara Melakukan Uji Normalitas dengan SPSS

Setelah sebelumnya melakukan pengujian Validitas dan Reabilitas, maka proses selanjutnya ialah melakukan pengujian asumsi klasik. Dalam pengujian asumsi klasik umumnya ada 4 yaitu : Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas




Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang pengujian Normalitas dan cara mengujinya dengan SPSS.

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak.

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Normalitas Kolgomorov Smirnov ialah :

Jika nilai Sig. Atau signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data penelitian berdistribusi normalJika nilai Sig. Atau signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal Oke bila sudah mengerti selanjutnya kita bahas bagaimana langkah-langkah dalam melakukan uji Normalitas Kolgomorov-Smirnov dengan SPSS :
Persiapkan data yang akan di uji.Pada menu SPSS pilih Analysze, lalu pilih NonParametric Tests lalu…

Cara Melakukan Uji Multikolinearitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Multikolinearitas.

Menurut Ghozali (2011: 105-106) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya Tolerance Value dan Variance Inflation Faktor (VIF), yaitu jika Tolerance Value ≥ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≤ 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.
Terdapat beberapa metode dalam melakukan uji Multikolinearitas, namun pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai cara melakukan uji Multikolinearitas dengan menggunakan nilai VIF dan Tolerance Value.
Pengujian dengan SPSS
Untuk pengujian Multikolinearitas sebenarnya langkah-langkahnya hampir sama dengan uji Autokorelasi.
1. Siap…

Cara Melakukan Uji F Simultan Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis.

Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda.

Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu :


Uji fUji t Uji f digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan.

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji f dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian.



3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear.
4. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.



5. Masukkan variabel yang akan di uji den…

Cara Melakukan Uji Autokorelasi dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Autokorelasi.

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2011: 110). Pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW test).

Dalam melakukan Uji Autokorelasi dapat menggunakan beberapa teknik. Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan bagaimana melakukan uji Autokorelasi dengan teknik DW test ( Durbin-Watson ).

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji Autokorelasi dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap se…

Cara Melakukan Uji Heterokedastisitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah :

Uji NormalitasUji AutokorelasiUji MultikolinearitasUji Heterokedastisitas
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Heterokedastisitas.

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan uji heteroskedastisitas, yaitu uji grafik plot, uji park, uji glejser, dan uji white. Pengujian pada penelitian ini menggunakan Grafik Plot antara nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Tidak terjadi heteroskedastisitas apabila tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. (Ghozali, 2011: 139-143).
Pengujian dengan SPSS Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengam…

Cara Melakukan Uji t Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis.

Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda.

Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu :


Uji fUji t Uji t digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individu atau masing-masing variabel.

Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji t dengan SPSS :
1. Persiapkan data yang diperlukan.
2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian.



3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear.
4. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.



5. Masukkan v…

Cara Melakukan Uji Validitas dengan SPSS

Validitas adalah tingkat ketepatan / keabsahan tes dan dapat mengukur apa yang hendak – diukur. Ini berarti validitas ada hubungannya dengan apa yang akan diukur itu sendiri. Sekiranya peneliti menggunakan kuesioner didalam pengukuran data dan penelitian, maka kuesioner yang disusun harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Validitas ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang signifikan antara skor butir pernyataan dan skor totalnya, atau dengan mencari daya pembeda skor tiap butir dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah (Sugiyono, 2009).






  Korelasi antar skor butir pertanyaan dengan skor totalnya harus signifikan yang ditunjukkan ukuran statistik tertentu yaitu angka korelasi yang diperoleh harus lebih besar dari yang diisyaratkan.
Uji validitas adalah salah satu syarat dalam melakukan penelitian uji regresi. 
Bagaimanakah cara menguji validitas dengan SPSS? Berikut langkah-langkahnya :

1. Siapkan data yang akan di uji validitas nya 2. Klik analyse lalu p…

Cara Melakukan Uji Reabilitas dengan SPSS

Alat ukur dikatakan memiliki reabilitas yang tinggi apabila alat ukur tersebut memiliki tingkat kepercayaan, kehandalan ataupun keajengan yang tinggi. Reabilitas yang tinggi dari alat ukur ini dapat dilihat apabila alat ukur tersebut beberapa kali diujicobakan, tetapi hasilnya relatif sama atau ajeg.
    Untuk mengetahui tingkat reabilitas dari angket dalam penelitian digunakan rumus Alpha, karena skor dalam angket ini berbentuk skala 1,2 dan bukan skor 0 dan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2003) bahwa, “Rumus Alpha digunakan untuk mencari realibilitas instrumen yang skornya bukan 0 dan 1, misalnya angket atau soal uraian.
Setelah melakukan pengujian validitas maka selanjutnya ialah melakukan uji reabilitas.
Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pengujian reabilitas :







1. Klik analyze, lalu klik scale, pilih reability analysis,  maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut :

2. Masukkan semua item ke kotak kanan Dalam kasus ini masukkan komp 1-6 tanpa kompensa…