Langsung ke konten utama

Bagaimana Pembentukan Istilah Ilmiah Dalam Bahasa Indonesia?




Istilah dan Tata Istilah

Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambing dan yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmupengetahuan, teknologi, dan seni. Tata istilah (terminologi) adalah perangkat asas dan ketentuan pembentukan istilah serta kumpulan istilah yang dihasilkannya.

Misalnya:
1. Anabolisme pasar modal
2. Demokrasi pemerataan
3. Laik terbang perangkap electron

Istilah Umum dan Istilah Khusus

Istilah umum adalah istilah yang berasal dari bidang tertentu, yang karena dipakai secara luas, menjadi unsur kosakata umum.

Misalnya:
1. Anggaran belanja penilaian
2. Daya radio
3. Nikah takwa

Istilah khusus adalah istilah yang maknanya terbatas pada bidang tertentu saja.

Misalnya:
1. Apendektomi kurtosis
2. Bipatride pleistosen

Persyaratan Istilah yang Baik

Dalam pembentukan istilah perlu diperhatikan persyaratan dalam pemanfaatan kosakata bahasa Indonesia yang berikut.

1. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling tepat untuk mengungkapkan konsep termaksud dan yang tidak menyimpang dari makna itu,
2. stilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling singkat di antara pilihan yang tersedia yang mempunyai rujukan sama.
3. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bernilai rasa (konotasi) baik.
4. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang sedap didengar 
(eufonik).
5. Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bentuknya sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Nama dan Tata Nama

Nama adalah kata atau frasa yang berdasarkan kesepakatan menjadi tanda pengenal benda, orang, hewan, tumbuhan, tempat, atau hal. Tata nama (nomenklatur) adalah perangkat peraturan penamaan dalam bidang ilmu tertentu, seperti kimia dan biologi, beserta kumpulan nama yang 
dihasilkannya.

Misalnya:
1. aldehida Primat
2. natrium klorida oryza sativa

Baca Juga Proses Pembentukan Istilah

Upaya kecendikiaan ilmuan (scientist) dan pandit (scholar) telah dan terus menghasilkan konsep ilmiah, yang pengungkapannya dituangkan dalam perangkat peristilahan. Ada istilah yang sudah mapan dan ada pula istilah yang masih perlu diciptakan. Konsep ilmiah yang sudah dihasilkan ilmuwan dan pandit Indonesia dengan sendirinya mempunyai 
istilah yang mapan. Akan tetapi, sebagian besar konsep ilmu pengetahuan modern yang dipelajari, digunakan, dan dikembangkan oleh pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia datang dari luar negeri dan sudah dilambangkan dengan istilah bahasa asing. Di samping itu, ada kemungkinan bahwa kegiatan ilmuwan dan pandit Indonesia akan mencetuskan konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sama sekali baru sehingga akan diperlukan penciptaan
istilah baru.

Bahan Baku Istilah Indonesia

Tidak ada satu bahasa pun yang sudah memiliki kosakata yang lengkap dan tidak memerlukan ungkapan untuk gagasan, temuan, atau rekacipta yang baru. bahasa Inggris yang kini dianggap bahasa internasional utama, misalnya, pernah menyerap kata dan ungkapan dari 
bahasa Yunani, Latin, Prancis, dan bahasa lain, yang jumlahnya hampir tiga perlima dari seluruh kosakatanya. Sejalan dengan itu, bahan istilah Indonesia diambil dari berbagai sumber, terutama dari tiga golongan 
bahasa yang penting, yakni

(1) bahasa Indonesia, termasuk unsur serapannya, dan bahasa Melayu,
(2) bahasa Nusantara yang serumpun, termasuk bahasa Jawa
Kuno, dan 
(3) bahasa asing, seperti bhasa Inggris dan bahasa Arab.

Pemantapan Istilah Nusantara

Istilah yang mengungkapkan konsep hasil galian ilmuwan dan pandit Indonesia, seperti bhinneka tunggal ika, batik, banjar, sawer, 
gunungan, dan pamor, telah lama diterima secara luas sehingga dapat dimantapkan dan hasilnya dikodifikasi.

Pemadanan Istilah

Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia, dan jika perlu ke salah satu bahasa serumpun, dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan. Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah Inggris yang pemakaiannya bersifat internasional karena sudah dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya. Penulisan istilah serapan 
itu dilakukan dengan atau tanpa penyesuaian ejaannya berdasarkan
kaidah fonotaktik, yakni hubungan urutan bunyi yang diizinkan dalam bahasa Indonesia.

Komentar

TERPOPULER

Cara Mengatasi Pengujian Tidak Valid dan Tidak Reliabel

Masalah yang sering dihadapi para pejuang skripsi ialah jika data tidak valid atau tidak reliabel, wah rasanya pasti dunia seperti mau kiamat.  Pikiran yang datang pertama kali ialah apakah harus mengulang menyebar kuesioner lagi? Apakah harus menambah jumlah sampel? Tenang Sebelum memutuskan untuk mengulang kuesioner atau menambah sampel alangkah baiknya coba dulu cara ini. Yaitu dengan Mentranformasi data Apa itu transformasi data? Transformasi data ialah mengubah data ke dalam bentuk data yang lain Seperti membuat data dalam bentuk log, inverse (kebalikan) dll Berikut adalah langkah-langkah dalam transformasi data : 1. Klik transform lalu pilih compute variable Maka akan muncul kotak dialog sbb : 2. Pada target variabel di kiri atas tuliskan nama variabel yang akan di buat 3. Pada function group pilih bentuk transformasi yang di pilih, bentuk transform ada banyak, bisa log, bisa ln dll Kali ini saya akan menc

Cara Melakukan Uji F Simultan Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis. Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda. Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu : Uji f Uji t Uji f digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan. Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji f dengan SPSS : 1. Persiapkan data yang diperlukan. 2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian. 3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear. 4. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Cara Melakukan Uji Multikolinearitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah : Uji Normalitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Multikolinearitas. Menurut Ghozali (2011: 105-106) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya Tolerance Value dan Variance Inflation Faktor (VIF), yaitu jika Tolerance Value ≥ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≤ 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas. Terdapat beberapa metode dalam melakukan uji Multikolinearitas, namun pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai cara melakukan uji Multikolinearitas dengan menggunakan nilai VIF dan Tolerance Value. Pengujian dengan SPSS Untuk pengujian Multikolinearitas sebenarnya langkah-langkahnya hampir sa

Cara Melakukan Uji Normalitas dengan SPSS

Setelah sebelumnya melakukan pengujian Validitas dan Reabilitas, maka proses selanjutnya ialah melakukan pengujian asumsi klasik. Dalam pengujian asumsi klasik umumnya ada 4 yaitu : Uji Normalitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang pengujian Normalitas dan cara mengujinya dengan SPSS. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Normalitas Kolgomorov Smirnov ialah : Jika nilai Sig. Atau signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal Jika nilai Sig. Atau signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal Oke bila sudah mengerti selanjutnya kita bahas bagaimana langkah-langkah dalam melakukan uji Normalitas Kolgomorov-Smirnov dengan SPSS : Persiapkan data yang akan di uji. Pada menu SPSS pilih

Cara Melakukan Uji Autokorelasi dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah : Uji Normalitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Autokorelasi. Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2011: 110). Pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW test). Dalam melakukan Uji Autokorelasi dapat menggunakan beberapa teknik. Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan bagaimana melakukan uji Autokorelasi dengan teknik DW test ( Durbin-Watson ). Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji Autokorelasi dengan SPSS : 1. Persiapkan data yang diperlukan. 2. Setelah data variabel

Cara Melakukan Uji Heterokedastisitas dengan SPSS

Dalam melakukan Uji Asumsi Klasik terdapat beberapa jenis pengujian yang harus dilakukan. Diantaranya ialah : Uji Normalitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Uji Heterokedastisitas. Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan uji heteroskedastisitas, yaitu uji grafik plot, uji park, uji glejser, dan uji white. Pengujian pada penelitian ini menggunakan Grafik Plot antara nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Tidak terjadi heteroskedastisitas apabila tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. (Ghozali, 2011: 139-143). Pengujian dengan SPSS Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance

Cara Melakukan Uji t Analisis Regresi Linier Berganda di SPSS

Setelah seluruh data dinyatakan Valid, Reliabel dan lulus syarat uji asumsi klasik maka data tersebut sudah dapat diuji dengan analisis regresi untuk mengetahui apakah data tersebut menerima atau menolak hipotesis. Untuk data dengan variabel bebas hanya 1 maka dapat menggunakan pengujian analisis regresi , jika variabel bebas lebih dari satu maka dapat menggunakan analisis regresi linier berganda. Dalam Analisis Regresi linier berganda terdapat 2 pengujian yaitu : Uji f Uji t Uji t digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individu atau masing-masing variabel. Pengujian dengan SPSS Berikut langkah-langkah melakukan uji t dengan SPSS : 1. Persiapkan data yang diperlukan. 2. Setelah data variabel yang diperlukan sudah lengkap sekarang kita dapat memulai pengujian. 3. Pertama pada menu SPSS kita klik Analyze. Lalu klik Regression dan Lalu Linear. 4. Maka akan muncul ta

Cara Melakukan Uji Validitas dengan SPSS

  Validitas adalah tingkat ketepatan / keabsahan tes dan dapat mengukur apa yang hendak – diukur. Ini berarti validitas ada hubungannya dengan apa yang akan diukur itu sendiri. Sekiranya peneliti menggunakan kuesioner didalam pengukuran data dan penelitian, maka kuesioner yang disusun harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Validitas ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi yang signifikan antara skor butir pernyataan dan skor totalnya, atau dengan mencari daya pembeda skor tiap butir dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah (Sugiyono, 2009).   Korelasi antar skor butir pertanyaan dengan skor totalnya harus signifikan yang ditunjukkan ukuran statistik tertentu yaitu angka korelasi yang diperoleh harus lebih besar dari yang diisyaratkan. Uji validitas adalah salah satu syarat dalam melakukan penelitian uji regresi.  Bagaimanakah cara menguji validitas dengan SPSS? Berikut langkah-langkahnya : 1. Siapkan data yang akan di uji vali

Cara Melakukan Uji Reabilitas dengan SPSS

   Alat ukur dikatakan memiliki reabilitas yang tinggi apabila alat ukur tersebut memiliki tingkat kepercayaan, kehandalan ataupun keajengan yang tinggi. Reabilitas yang tinggi dari alat ukur ini dapat dilihat apabila alat ukur tersebut beberapa kali diujicobakan, tetapi hasilnya relatif sama atau ajeg.     Untuk mengetahui tingkat reabilitas dari angket dalam penelitian digunakan rumus Alpha, karena skor dalam angket ini berbentuk skala 1,2 dan bukan skor 0 dan 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (2003) bahwa, “Rumus Alpha digunakan untuk mencari realibilitas instrumen yang skornya bukan 0 dan 1, misalnya angket atau soal uraian. Setelah melakukan pengujian validitas maka selanjutnya ialah melakukan uji reabilitas. Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pengujian reabilitas : 1. Klik analyze, lalu klik scale, pilih reability analysis,  maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut : 2. Masukkan semua item ke kotak kanan Dalam kas

Cara Melakukan Uji Komparasi One Way Anova dengan SPSS

One Way Anova berfungsi untuk menguji perbedaan rata-rata untuk lebih dari dua kelompok yang saling bebas. Analisis One Way Anova merupakan analisis varian satu variabel independent yang digunakan untuk menentukan apakah rata-rata dua atau lebih kelompok berbeda secara nyata.   Misalnya kita akan menguji apakah ada perbedaan rata-rata nilai UN SMP mata pelajaran IPA siswa dari desa, pinggiran, dan kota? Manakah di antara ketiganya yang memiliki UN paling tinggi?     Pengujian One Way Anova merupakan salah satu bagian dari Uji Komparasi. Uji Komparasi terdiri dari : 1.     One Sample T Test 2.     Independent T Test 3.     Paired T Test, dan 4.     One Way Anova   Kita akan melakukan pengujian One Way Anova dengan data berikut: Ujilah apakah ada perbedaan antara lama kursus terhadap skore TOEFL? (Gunakan taraf signifikansi 5%).   Berikut cara melakukan pengujian One Way Anova: Pertama-tama masukkan data di atas ke dalam SPSS. Pada variable lama kursus atur